Sri Wisnu Wardhani dan Fenty Yulianti
Jurusan Kebidanan Bandung
Risbinakes Poltekkes Bandung Tahun 2011
ABSTRAK
Pada tahun 2008, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 227 juta jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia telah mencapai 1,27% pertahun periode 2005-2010. Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pemakaian kontrasepsi. IUD dan suntik progestin merupakan metode KB yang direkomendasikan untuk digunakan pada ibu pascasalin karena efektif dalam mencegah kehamilan.
Sampel pada penelitian dipilih secara purposive sampling, yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu 39 orang ibu pascasalin yang menggunakan IUD dan 39 orang ibu pascasalin yang menggunakan suntik progestin. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mendampingi responden dalam pengisian kuesioner dan mengadakan observasi langsung terhadap keadaan involusi uteri responden. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kohort.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian adalah ibu dengan usia 20-35 tahun (87%), latar belakang pendidikan terbanyak SMA (44%), paritas terbanyak paritas 2 (41%), dan jenis persalinan terbanyak yaitu SC (82%). Penggunaan IUD pada ibu pascasalin sebagian besar tidak menimbulkan efek samping terhadap proses involusi uteri (64%). Dengan uji Chi-Square, diketahui tidak ada pengaruh penggunaan IUD dan suntik progestin terhadap proses involusi uteri pada ibu pascasalin.
Sehingga dengan demikian metoda kontrasepsi IUD dan suntik tidak memberikan efek samping yang banyak terhadap ibu pascasalin, namun kontrasepsi IUD lebih efektif untuk digunakan oleh ibu pascasalin.
Kata Kunci : efek samping, IUD, suntik progestin, pascasalin.
Sampel pada penelitian dipilih secara purposive sampling, yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu 39 orang ibu pascasalin yang menggunakan IUD dan 39 orang ibu pascasalin yang menggunakan suntik progestin. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mendampingi responden dalam pengisian kuesioner dan mengadakan observasi langsung terhadap keadaan involusi uteri responden. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kohort.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian adalah ibu dengan usia 20-35 tahun (87%), latar belakang pendidikan terbanyak SMA (44%), paritas terbanyak paritas 2 (41%), dan jenis persalinan terbanyak yaitu SC (82%). Penggunaan IUD pada ibu pascasalin sebagian besar tidak menimbulkan efek samping terhadap proses involusi uteri (64%). Dengan uji Chi-Square, diketahui tidak ada pengaruh penggunaan IUD dan suntik progestin terhadap proses involusi uteri pada ibu pascasalin.
Sehingga dengan demikian metoda kontrasepsi IUD dan suntik tidak memberikan efek samping yang banyak terhadap ibu pascasalin, namun kontrasepsi IUD lebih efektif untuk digunakan oleh ibu pascasalin.
Kata Kunci : efek samping, IUD, suntik progestin, pascasalin.
0 komentar: