INFORMASI Terkini...
  • Kepada
  • Seluruh Dosen Politeknik Kesehatan Bandung :
  • Dengan ini Kami sampaikan bahwa batas akhir penyerahan proposal penelitian Risbinakes Tahun 2013 Hari Selasa 31 Juli 2012 di UPPM Poltekkes Bandung Jl. Padjajaran No.56 Bandung

  • Evaluasi Penggunaan Arsenic Rapid Test Kit Sebagai Tes Penyaring Pada Uji Residu Arsen Dalam Bahan Makanan

    Kamis, 26 Januari 2012      0 komentar

    Indro Pamudjo dan Wiwin Wiryanti
    Jurusan Analis Kesehatan 
    Risbinakes Poltekkes Bandung Tahun 2010

    ABSTRAK

    Berdasarkan Farmakope Indonesia, SNI dan AOAC, prosedur resmi pemeriksaan residu Arsenik dalam bahan baku farmasi dan bahan makanan menggunakan metode arsenic generator, yang menggunakan pereaksi piridin dan Ag-dietilditiokarbamat yang termasuk golongan Bahan Beracun Berbahaya (B3). Arsenic Rapid Test Kit adalah suatu kit yang dimaksudkan untuk pemeriksaan arsenik di dalam air dengan kadar 0,005-0,5 mg/L. 

    Metode ini digunakan tanpa senyawa Piridin dan Ag-diethilditiokarbamat, sehingga relatif lebih aman bagi pekerja laboratorium dan bagi lingkungan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan melakukan evaluasi penggunaan Arsenic Rapid Test Kit sebagai tes penyaring pada uji residu arsen pada bahan makanan, sebelum dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan prosedur standar. Pada penelitian ini dilakukan terhadap 3 kelompok uji yang terdiri dari makanan yang berbahan hewani, olahan hewani dan nabati. Pada ketiganya menunjukkan nilai akurasi 80,86%, nilai presisi < 2% yaitu 0,002%, KV < 5% yaitu 0,22, rasio positif palsu mempunyai nilai tinggi 90% ,rasio negatif palsu 50% dengan batas kuantitasi 0,005 mg/L. Dapat disimpulkan bahwa Arsenic Rapid Test Kit dapat digunakan sebagai test skrining sampai kadar tertentu untuk dilanjutkan dengan metode standard gold yaitu arsen generator. Disarankan pada kadar lebih dari 0,5 mg/L test penentuan kadar arsen dalam makanan tetap dilakukan dengan standard gold.

    Kata kunci ; Arsenic Rapid Test Kit , arsen generator, akurasi, presisi, KV, rasio positif palsu, rasio negatif palsu, batas kuantitasi.


    0 komentar: