INFORMASI Terkini...
  • Kepada
  • Seluruh Dosen Politeknik Kesehatan Bandung :
  • Dengan ini Kami sampaikan bahwa batas akhir penyerahan proposal penelitian Risbinakes Tahun 2013 Hari Selasa 31 Juli 2012 di UPPM Poltekkes Bandung Jl. Padjajaran No.56 Bandung
  • Hubungan Penerapan Standard Operating Procedures (Sop) Manajemen Aktif Kala III Dengan Lamanya Kelahiran Plasenta

    Senin, 30 April 2012      0 komentar

    Fenti Yulianti, SST dan Dra. Hj. Tetty Supartini, SST
    Jurusan Kebidanan Bandung
    Risbinakes Poltekkes Bandung Tahun 2011
    ABSTRAK

    Salah satu penyebab kematian ibu adalah perdarahan pasca salin yang banyak terjadi pada kala III persalinan. Perdarahan pada kala III banyak disebabkan oleh retensio plasenta. Retensio plasenta dapat dicegah dengan penetalaksanaan Manajemen Aktif Kala III. Tujuan: mengetahui hubungan penerapan Standard Operating Procedures (SOP) Manajemen Aktif kala III dengan lamanya kelahiran plasenta.  Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.

    Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang dukumpulkan dengan cara observasi. penelitian dilakukan terhadap bidan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling sebanyak 74 bidan. Data yang terkumpul di analisis dengan uji statistik Rank Spearman dengan derajat kesalahan 5%. Hasil penelitian : rata-rata skor observasi bidan pada saat melakukan Manajemen aktif kala III adalah 8,68 dengan standar deviasi 0,74. Sedangkan lamanya kelahiran plasenta rata-rata 14,3 menit. Uji korelasi Rank Sperrman didapatkan P=0.000 dengan koefisien korelasi – 0,487. Kesimpulan: terdapat hubungan antara penerapan Standard Operating Procedures (SOP) dengan lamanya kelahiran plasenta. semakin tinggi tingkat kepatuhan bidan dalam menerapkan manajemen aktif kala III semakin singkat waktu yang diperlukan plasenta untuk keluar dari rongga rahim.

    Kata kunci: perdarahan pasca salin, kepatuhan, kala III

    0 komentar: